saham ANJT terbang

Saham ANJT Terbang Saat IHSG Amblas

JakartaSaham ANJT terbang saat IHSG amblas. Pada perdagangan hari ini, IHSG amblas ke level 6.400, hal ini di sebabkan oleh turunya harga saham bank dengan market cap jumbo. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, IHSG bergerak pada rentang terbawah pada level 6.403 dan pada level teratas berada pada harga 6.465. Kapitalisasi pasar pada saat harga pembukaan mencapai sebesar Rp. 11.007 triliun.

Pada saat pembukaan perdagangan hari ini, IHSG yang amblas membuat sejumlah bank dengan market cap jumbo juga mengalami penurunan. Seperti saham BBCA yang tercatat turun sebesar 1,45%. Sedangkan Bank BRI tercatat mengalami penurunan sebesar 0,78%.

Saham bank jumbo lainnya adalah Bank Mandiri yang mengalami penurunan sebesar 0,85%. Selain itu juga ada saham bank BNI yang mencatatkan penurunan sebesar 2,08% pada perdagangan hari ini.

Saham lainnya yang memiliki market cap jumbo selain bank adalah saham PTRO. PT Petrosea tercatat melemah sebesar 1,47%. Dan juga saham MBMA yang mengalami penurunan sebesar 3,11%. Selain itu ada juga saham AMRT yang tercatat mengalami penurunan sebesar 2,06%.

Baca Juga: Rekomendasi saham hari ini 18 maret 2025

Meskipun IHSG sedang amblas, tercatat saham ANJT terbang pada perdagangan hari ini dan melesat sebesar 21,11%. Hal ini terjadi karena aksi korporasi yang mengatakan bahwa perseroan tersebut akan di akuisisi oleh PT Ciliandra Perkasa.

Analis dari Phintraco sekuritas mengatakan bahwa risetnya tentang IHSG hari ini akan bergerak pada rentang harga 6.400 -6.450. Hal ini merupakan efek dari para pelaku pasar yang masih memilih untuk menunggu hingga pengumunan suku bunga The Fed dalam FOMC yang akan di adakan pada hari ini 18 maret 2025 dan 19 maret 2025.

Menurutnya, IHSG berpotensi rebound karena sentimen positif dari kebijakan baru yang di tetapkan oleh pemerintah china yang dapat mendorong konsumsi domestik. Pemerintah China akan berusaha untuk mengurangi ketergantungan ekspor akibat dari perang tarif dagang yang terjadi dengan pemerintahan AS.

Kebijakan baru dari pemerintahan China berpotensi menjadi sentimen positif terhadap ekonomi indonesia. Hal ini mengingat Indonesia yang memang lebih dekat terhadap China dan keduanya juga tergabung dalam komunitas BRICS.